TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

Allah سبحانه و تعالى Berfirman :
"Allah memegang jiwa ketika ia mati dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir"

(QS. Azzumar : 42)

"Allah memegang jiwa ketika ia mati dan jiwa yang belum mati di waktu ia tidur; maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan." Ayat ini menjadi dalil bahwa jiwa-jiwa itu berkumpul di al- malaul a'la, sebagaimana hal itu diterangkan di dalam sebuah hadits marfu' yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan yang lainnya, demikian pula diriwayatkan dalam Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه :
Rasulullah bersabda :

"Apabila salah seorang di antara kamu hendak tidur maka kibaskanlah bagian dalam selimutnya karena dia tidak mengetahui apa yang ada di balik itu. Kemudian berdoalah, 'Dengan nama-Mu, ya Tuhanku, aku letakkan lambungku dan dengan nama-Mu aku angkat lambungku. Jika Engkau menahan jiwaku maka kasihanilah dia dan jika Engkau melepaskannya maka jagalah ia dengan penjagaan yang Engkau lakukan terbadap hamba-hamba-Mu yang saleh".

Sebagian ulama salaf mengatakan ketika menafsirkan ayat ini, "Akan dipegang ruh-ruh orang-orang yang sudah mati, bila mereka mati, dan ruh-ruh orang-orang yang masih hidup bila mereka tidur sehingga akan saling mengenal sesuai dengan kehendak Allah untuk saling mengenal. (dengan demikian ruh orang-orang yang masih hidup ketika tidur berkumpul dengan ruh orang-orang yang sama kualitas amaliyahnya, jika amaliyahnya soleh dan istiqomah, ia pun dikumpulkan dengan ruh orang-orang yang amaliyahnya baik dan istiqomah begitu pula sebaliknya, wallohua'lam)

"Maka Dia menahan jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya," Yaitu jiwa yang telah mati. "Dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan," yaitu sampai batas waktu yang masih tersisa. Dan Ibnu Abbas mengatakan, "Jiwa-jiwa yang sudah mati ditahan dan jiwa-jiwa yang masih hidup dikembalikan lagi." "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir."


(Sumber : Tafsir Ibnu Katsir) 

Poskan Komentar

 
Top