TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

Pada kegiatan Manaqiban di Masjid Al-Mubarak (TQN Center), Ahad, 10 Agustus 2014, dua pembicara pada Khidmat Ilmiah yang merupakan wakil talqin TQN Suryalaya, yaitu KH. M. Sirojudin Ruyani dan KH. Wahfiudin Sakam, menekankan pentingnya kepada umat Islam, khususnya Ikhwan dan Akhwat TQN Suryalaya, untuk berwirausaha.
KH. M. Sirojudin Ruyani sebagai penceramah pertama menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Ia menyatakan bahwa pengikut tarekat bukanlah orang yang berpenampilan lusuh, kumal; tetapi berpenampilan yang baik.
Selaku pembicara kedua, KH. Wahifiudin Sakam mengawali ceramahnya dengan membacakan tulisan Bob Sadino, pengusaha sukses, yang dikirimkan kepada beliau yang intinya bahwa bangsa Indonesia belumlah berdaulat secara ekonomi. Sejak bangun tidur, air putih yang diminum adalah milik perusahaan asing, sampai gadget yang dipakainya dan sampai ia tidurpun kasur yang ditidurinya juga milik perusahaan asing atau sahamnya mayoritas dikuasai asing. Di sisi lain, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Asia Tenggara sampai tahun 2050, menunjukkan peningkatan. Namun, masih sedikit dari penduduk Indonesia yang mau berwirausaha, lebih memilih jadi karyawan. Padahal, dengan sistem outsourcing sekarang ini, tidak memungkinkan seseorang yang bekerja (di perusahaan yang menerapkan sistem outsourcing) untuk memiliki kelebihan penghasilan karena penghasilannya berdasarkan UMR atau sesuai dengan indeks untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lalu, bagaimana ia bisa menabung untuk beli rumah dan pergi haji? Padahal, pengikut tarekat juga harus berdaya secara ekonomi seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s. Hal ini merujuk pada manqabah yang dibacakan pada manaqib kali ini, yaitu manqabah ke-22 bahwa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s. tiap hari raya sudah menjadi tradisi beliau membeli beberapa hamba sahaya untuk dimerdekakan dari belenggu perbudakan. Setelah dimerdekakan, demi membina kemantapan lebih lanjut, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s. mewusulkan mereka kepada Allah SWT. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s. bila berpakaian, beliau memakai pakaian yang serba indah, bagus dan mahal harganya. Nilai kainnya harga perkilonya (0, 6888 M) seharga 10 dinar ( +Rp.20 juta), dan tutup kepalanya seharga 70 ribu dinar ( mari kalikan: 70 ribu dinar x Rp. 2 juta!) . Terompahnya untuk alas kaki yang beliau pakai bertaburan intan berlian dan jamrud. Paku terompahnya terbuat dari perak, namun pakaian yang serba mewah dan indah itu bila ada orang yang memerlukannya saat itu juga beliau berikan.
Untuk itu, KH. Wahfiudin Sakam menghimbau kepada para ikhwan TQN khususnya ( umat Islam pada umumnya) yang masih berusaha 40 tahun ke bawah atau 45 tahun ke bawah untuk memerdekakan diri mereka, (jika memang saat tepat serta persiapannya sudah baik, red) berhenti jadi karyawan dan menjadi wirausahawan. Ia mencontohkan tentang kegiatan wirausaha Ikhwan dan akhwat TQN Suryalaya di Yogyakarta dengan kambing etawa yang berhasil menghasilkan susuk buku kambing etawa dalam kemasan dan mampu menjualnya melalui usaha Halal Mart. Maka, pada bulan Syawwal ini, TQN Suryalaya Korwil DKI Jakarta mencanangkan program kursus kewirausahaan yang sebenarnya sudah pernah dilaksanakan, namun akan lebih digencarkan lagi. Selain kewirausahaan, hal penting lainnya adalah kepemimpinan. Para ikhwan perlu mendapatkan ilmu-ilmu kepemimpinan agar mereka dapat tampil sebagai pemimpin yang melakukan perubahan di lingkungannya masing-masing.
Sumber: tqnnews.com

Poskan Komentar

 
Top