TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

Dan wajib bagi kamu ketika duduk, untuk menjaga auratmu. Dan duduklah menghadap ke arah kiblat dalam keadaan khusyu’ dan janganlah engkau memperbanyak gerakan ataupun berdiri dari tempat dudukmu. Dan janganlah engkau memperbanyak bersin atau menguap di hadapan orang banyak. Dan apabila engkau terpaksa menguap maka letakkanlah tangan kirimu di depan mulutmu. Dan janganlah engkau memperbanyak tertawa karena yang demikian ini dapat mematikan hati. Dan jika engkau mampu menjadikan tertawamu itu sebagai senyuman maka lakukanlah. Dan janganlah engkau berdiri dari tempat dudukmu hingga engkau mengucapkan SubhanaKallahumma wabihamdika asyhadu allaa Ilaaha illa Anta astaghfiruKa wa atuubu ilaiK. Dan sesungguhnya telah datang penjelasan yang mengatakan bahwa barang siapa yang melakukan hal yang demikian maka Allah akan mengampuni dosa dalam majlis tertsebut. Dan apabila engkau hendak pergi tidur, maka berbaringlah pada punggungmu sebelah kanan menghadap kiblat dalam keadaan bertaubat atas segala dosa seraya berkeinginan untuk mendirikan shalat malam dengan berdo’a BismiKaLlaahumma Rabby wadha’tu janby wa biismiKa arfa’ahu faghfirly dzunuuby. Allahumma fanny ‘adzaabaka yauma Tajma’u ‘ibaadaKa (3X), AstaghfiruLlaahal ‘Adziim Alladzii laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qayyumu wa atuubu ilaiH (3X), dan ucapkan SubhanaLlah (33X), dan demikian pula alhamduliLlah, dan Allahu akbar (34X). dan bagi orang yang hendak tidur ada beberapa dzikir selain yang tersebut tadi, maka janganlah lupa (berdzikir)/ mengingat Allah. Dan janganlah sekali-kali engkau tidur kecuali dalam keadaan suci (dari hadast dan najis) dan biarlah tidur menghampirimu sedangkan engkau dalam keadaan berdzikir kepada Allah Ta’ala. Dan janganlah engkau mempergunakan tempat tidur yang nyaman karena yang demikian akan menyebabkan engkau nyenyak dan banyak tertidur dan meninggalkan bangun shalat malam. Maka akan besarlah penyesalanmu dan kerugianmu manakala engkau mengetahui apa yang dijanjikan Allah bagi orang yang mendirikan shalat malam. Sungguh telah bersabda RasuluLlah SAW, “Kelak pada hari kiyamat manusia akan dikumpulkan pada satu tempat maka diserukan, ‘Dimana orang-orang yang jauh punggungnya dari tempat tidurnya hingga ia mendirikan shalat malam, dan sedikit sekali mereka itu. Maka mereka masuk surga tanpa hisab’”.


Dan telah bersabda RasuluLlah S.A.W., “Telah berkata Ummu Sulaiman (Ibu dari Nabi Sulaiman bin Daud AS) ‘Wahai anakku, janganlah engkau memperbanyak tidur di malam hari karena barang siapa yang banyak tidur di malam hari maka kelak di hari kiamat akan datang dalam keadaan faqir. Dan telah berkata Imam Ghazali RA, “Ketahuilah sesungguhnya siang dan malam terbagi dalam 24 jam. Maka jangan sampai tidurmu melebihi dari 8 jam, karena jika umurmu mencapai 60 tahun niscaya engkau telah menyia-nyiakan waktu selama 20 tahun yaitu 1/3 nya. Dan apabila engkau berkeinginan untuk tidur, maka berusahalah agar engkau berbaring pada punggung sebelah kananmu dalam keadaan menghadap kiblat dan berusahalah untuk tidak membelakanginya. Akan tetapi apabila tidurmu engkau maksudkan hanya untuk beristirahat dan bukannya tidur sungguhan, maka tidak mengapa / bolehlah engkau berbaring dengan punggung sebelah kiri pada waktu qaelulah (tidur siang sebentar untuk memulihkan tenaga), dengan maksud agar nanti malam menjadi kuat untuk melaksanakan shalat malam. 

Dan takutlah engkau untuk tidur setelah shalat subuh karena yang demikian dapat menyebabkan kefaqiran dan demikian pula tidur setelah waktu ashar karena dapat menyebabkan junun/gila. Apabila dalam tidurmu engkau melihat/bermimpi dengan sesuatu yang membahagiakanmu, maka pujilah Tuhanmu, dan apabila engkau bermimpi tentang sesuatu yang menggelisahkan/menyusahkanmu, maka memohonlah perlindungan kepada Allah serta robahlah posisi tidurmu pada sebelah punggung yang lain, dan janganlah engkau ceritakan mimpi itu kepada seseorang, karena mimpi itu tidaklah akan membahayakanmu. Dan apabila ada seseorang menceritakan mimpinya kepadamu, maka janganlah engkau menta’wil mimpi itu hingga orang itu sendiri yang memintanya, atau orang itu memberikan ijin kepadamu untuk menta’wilkan mimpi itu.

Bersambung ke bagian IV...

Poskan Komentar

 
Top