TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

SAMBUNGAN DARI BAGIAN I~
-Ustadz Haji Mohammad Zuki Shafie-
Ustadz Haji Mohammad Zuki Shafie tentu saja kewalahan dengan banyaknya permintaan tersebut karena beliau tidak mempunyai wewenang dan kuasa untuk mendirikan Inabah itu kecuali sesudah mendapat izin dari Abah Anom di  Pondok Pesantren Suryalaya.
Oleh sebab itu, Ustadz Zuki  memusatkan usaha dan perhatiannya untuk meningkatkan/memajukan Inabah yang sudah dirintisnya pertama kali.

Sejak tahun 1979, Pondok Inabah itu hanya mampu menampung 16 orang sampai 20 orang untuk satu kali periode, yaitu untuk selama bimbingan 45 hari, kemudian menyusul lagi dengan pecandu narkoba yang baru akan mulai dirawat sebanyak itu pula. Sehingga bisalah dibayangkan dari pertengan tahun 1979 sampai 0ertengahan 1987, yaitu selama total 7 tahun, diperkirakan rata-rata tiap tahunnya dapat membimbing pecandu narkoba/dadah antara 100sampai 150 orang, yang berarti  alhamdulillah selama 7 tahun sekitar 1.000 orang yang dapat disembuhkan dari kecanduan narkoba/dadah.

Usaha Ustadz Zuki yang awalnya penuh dengan pahit getir tetapi berkat ridha Allah dan barokah serta doa dari Abah Anom dan seluruh Ikhwan TQN, maka sikap dan pandangan Pemerintah (Kerajaaan) Malaysia sudah sangat positif terbukti dengan memberikan sumbangan sebesar 3.000 ringgit kepada kegiatan Pondok Inabah yang dipimpin Ustadz Zuki.

Jumlah 3.000 ringgit dalam standard hidup di Malaysia memang jumlah yang kecil, tetapi haruslah dilihat dari sudut pandang, arti dan kepentingan serta hikmahnya yakni Pemerintah Kerajaan Malaysia secara resmi sudah mengakui keberadaan  Pondok Inabah yang menggunakan Metode TQN PP.Suryalaya tersebut.

Pulau Bidin tempat Inabah pimpinan Ustadz Zuki berada adalah termasuk dalam lingkungan Kerajaan Kesultanan Negeri Kedah, Negara bagian di Utara Malaysia yang umatnya taat beragama, yang sejarah dan latar belakangnya tentang tarekat sangat hebat dan Sultan yang memerintah turun menurun, adalah Sultan yang shaleh,wara' dan taat kepada agama Allah.
Syukur alhamdulillah ustadz Zuki berada di daerah yang menarik itu, Allah SWT. telah melimpahkan rahmat dan kurnia-Nya kepada anggota TQN di sana.

Selain dari itu, jika dulu Pondok Inabah tersebut mendapat sorotan negatif kini telah menjadi bahan perbincangan dalam bentuk positif dan baik, bahkan pada tingkat Nasional (di Malaysia), kegiatannya Pondok Inabah di Pulau Bidin itu sudah selalu menjadi bahan perbincangan karena kiprahnya dalam menyelamatkan generasi muda dari pengaruh barang haram narkoba/dadah. Hubungan ustadz Zuki dengan Abah Anom dan Pondok Pesantren Suryalaya dilaksanakan terus menerus dalam artian kata Pondok Inabah yang Ustadz Zuki pimpin sebagai mana beliau sering katakan di majelis-majelis pertemuan adalah amanah dari guru tercintanya Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra. (Pangersa Abah Anom ra.). Begitu tawadhunya pribadi ustadz Zuki , santun juga ramah sehingga banyak kalangan yang datang kepada beliau bahkan yang datang secara resmi dari badan-badan yang sah dan diakui oleh Pemerintah bagian atau Pemerintah tingkat nasional Malaysia.

Di samping itu orang-orang Malaysia yang datang secara pribadi atau secara resmi itu, mendapat informasi dari Abah Anom berkenaan telah adanya Pondok Inabah di Pulau Bidin,Kedah, sehingga mereka pun dengan cepat sekali berkembang. Dan semua lapisan di Malaysia yang pernah datang ke Suryalaya untuk menimba ilmu dan manfaat akhirnya bersatu padu dan bekerjasama lebih mantap lagi guna mengembangkan syiar TQN PP.Suryalaya di Malaysia dan sekitarnya.

Bersambung ke bagian III.
Sumber: Buku LATARBELAKANG DAN PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN SURYALAYA  TULISAN H.BACHTIAR DJAMILY, Cetakan Oktober 1987 hal.147-148.

Poskan Komentar

 
Top