TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 


JAKARTA--Pada 15 Oktober, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Setiap negara tentunya, punya tradisi unik selama perayaan itu.
Di Pakistan, perayaan Idul Adha dimulai dengan libur nasional selama 4 hari. Selama empat hari itu, aktivitas masyarakat terpusat di masjid-masjid. Proses penyembelihan hewan kurban juga terpusat di masjid. Melalui masjid pula, daging kurban nantinya didistribusikan kepada fakir miskin.
Tetangga jauh Pakistan, Bangladesh juga memiliki tradisi yang kuat terkait perayaan Idul Adha. Yang menarik, urusan hewan kurban, negeri ini cukup ketat. Tidak bisa sembarang hewan kurban masuk ke Bangladesh. Perayaan Idul Adha di negara ini ditandai dengan libur nasional selama tiga hari.
Di Utara Afrika, tepatnya Maroko, libur nasional selama tiga hari menandai perayaan Hari Raya Idul Adha. Selama tiga hari itu, aktivitas banyak terpusat di masjid, seperti pelaksanaan shalat Ied dan prosesi penyembelihan hewan kurban.
Bagaimana dengan Muslim Amerika, meski bukan hari libur nasional, umat Islam Amerika biasanya mengambil cuti atau izin  guna merayakan Idul Adha. Serupa dengan negera-negara Islam lain, aktivitas komunitas Muslim selama perayaan Idul Adha terpusat di masjid. Yang membedakan mungkin, proses penyembelihan hewan kurban terjadi di tempat-tempat pemotongan hewan atau umat Islam lebih banyak memesan daging hewan Kurban sebelum mendistribusikannya kepada mereka yang berhak.
Di Rusia, aturan baru yang melarang penyembelihan hewan kurban di ruang publik membuat umat Islam bingung. Pemerintah memang telah menunjuk lokasi pemotongan hewan kurban, namun tentunya tidak mungkin hal itu dilakukan. Apalagi soal bicara jarak. Nah, sebelum aturan diberlakukan memang, kebanyakan umat Islam menyembelih hewan kurban di pekarangan rumah atau masjid yang ada.
Di Cina, tepatnya Niang Xian, perayaan Idul Adha dimulai dengan membakar hio. Ini merupakan tradisi Islam di Cina. Para jamaah membawa hio yang terbakar ke dalam masjid kemudian ditancapkan ke mangkok tempat hio. Setelah itu dilakukan ceramah sebelum dimulai sholat Idul Adha.
Di Xianjiang, komunitas Muslim Uighur memusatkan perayaan Idul Adha di masjid-masjid. Mereka mengawali perayaan Idul Adha dengan melaksanakan shalat di masjid, lalu dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban.  Silahkan untuk melihat video di bawah ini.

(Sumber: republika.co.id)

Poskan Komentar

 
Top