TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

Solo, bimasislam — Dalam Pertemuan Tokoh Agama se-Jawa-Tengah di Hotel Kusuma Sahid, Solo (05/9/2013), Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, Dr. H. Ahmad Izzuddin M.Ag memaparkan, pertemuan para tokoh dan pemuka agama Islam digelar untuk memberikan masukan dan saran berkaitan persoalan agama yang dihadapi belakangan ini.
Ketua Umum MUI Jawa tengah Dr. KH. Ahmad Darodji M.Si mengatakan, selain menghadapi persoalan aliran bermasalah, umat Islam saat ini juga menghadapi persoalan pluralisme, sekulerisme dan liberalisme. ‘’Saya mengingatkan, umat Islam haram mengikuti paham prulalisme, sekulerisme dan liberalisme agama,’’ tegas Darodji. “Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), menurut dia, dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan akidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif. Dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan agama lain sepanjang tidak saling merugikan. ‘’Tetapi dalam masalah akidah dan ibadah, umat Islam wajib bersikap eksklusif. Artinya haram mencampuradukkan akidah dan ibadah umat Islam dengan akidah dan ibadah pemeluk agama lain,’’ tegasnya.
Menurut MUI, ada 10 kriteria aliran bermasalah, yaitu : Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, shalat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji). Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah). Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul. Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah dan  Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.
Dalam acara tersebut menjadi pembicara Ketua Umum MUI Jawa-Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji Msi, Prof. Dr. Ahmad Syafi'i Mufid, MA dari Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Dr. H. Imam Taufiq M. Ag, Direktur Walisongo Mediation Center, Kepala Kesbangpol Kota Surakarta, Soeharso SH. MH. Ada pun peserta berjumlah 40 orang terdiri dari, Pejabat Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah, unsur MUI, Tokoh Agama Islam dan perwakilan Ormas Islam se-Jawa Tengah.

Sumber tulisan :
http://bimasislam.kemenag.go.id/component/content/article/39-berita/974-inilah-10-kriteria-aliran-keagamaan-bermasalah-di-indonesia.html

Poskan Komentar

 
Top