TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

(Khutbah Jum'at KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA. tanggal 17 Agustus  2012 di JIC)
SEJARAH ISLAM DI INDONESIA (KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA.) Bagian Ketiga

Negeri  barat tersebut berupaya menjajah kembali negeri-negeri  (muslim) yang memiliki sumber daya alam (yang masih banyak/berlimpah).  (Namun dengan cara lain) Kalau dulu mereka mengirim armada kapal-kapal  dagang, kapal perang  dan tentara-tentara bayaran. Sekarang yang mereka kirim ke negara-negara muslim bukan kapal-kapal perang, bukan hanya kapal-kapal dagang, bukan tentara-tentara bayaran, YANG mereka kirim saat ni adalah perusahaan-perusahaan yakni 'kapal' yang tidak berbentuk fisik tapi 'kapal' yang berupa organisasi, 'kapal' yang bentuk  perusahaan. Berbagai bentuk perusahaan, 'kapten kapalnya' adalah berupa manager,para eksekutif. 'Tentara-tentara bayaranmereka adalah para profesional mereka. Mereka masuk ke berbagai negara melakukan 'perampasan' terhadap berbagai sumber daya alam. 

(Contohnya) Kita tahu saat ini perbankan di Indonesia sekitar tujuh puluh persen bank-bank di Indonesia sudah milik asing.  Tidak ada negara lain (seperti Indonesia) yang saham bank-banknya  dikuasai asing sampai 70% !  Salah satu bank milik Indonesia buka cabang di Hongkong sudah lebih dari 60 tahun, bank ini  diizinkan (oleh pihak pemerintah Otorita Hongkong)  melakukan HANYA kegiatan kas. Para tenaga kerja Indonesia di sana jika akan mengirimkan uang melalui bank milik pemerintah tersebut. Apakah boleh bank (milik Indonesia) itu menerima tabungan dari warga Hongkong, Lalu uang tersebut dikumpulkan kemudian dipinjamkan oleh bank (milik Indonesia) untuk kegiatan Industri lalu mendapatkan keuntungan? (JAWABANNYA) TIDAK BOLEH. Karena yang boleh melakukan hal tersebut hanyalah bank milik Hongkong. 
TETAPI DI  INDONESIA ...BANK ASING MASUK,  SAHAMNYA MEREKA KUASAI, DAN MEREKA SERAP (MANFAATKAN) UANG DARI NEGERI INI , UANG MASYARAKAT INDONESIA DISERAP DALAM BENTUK TABUNGAN-TABUNGAN...MEREKA IMING-IMINGI DENGAN UNDIAN BARANG-BARANG MEWAH...MAKA RAKYAT MENYIMPAN UANGNYA DI BANK-BANK ASING ITU... ORANG ASING (LUAR NEGERI) HANYA BAWA MODAL 10% TETAPI MEREKA BISA MENDAPATKAN SEMBILAN PULUH PERSEN UANG (DANA) DARI RAKYAT INDONESIA YANG MEREKA KUASAI... BAYANGKAN DANA YANG MEREKA BAWA HANYA 10% SEMENTARA TAMBAHAN 90% DARI TABUNGAN RAKYAT MEREKA DAPATKAN DAN DALAM GENGGAMAN MEREKA.  LALU MEREKA PINJAMKAN UANG ITU KEPADA ORANG-ORANG DI INDONESIA YANG DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DAN PERDAGANGAN DI INDONESIA. LALU  DAPAT KEUNTUNGAN YANG JUGA UNTUK MEMBAYARKAN BUNGA (BANK), BANK ASING TERSEBUT PUN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DAN MEREKA BAWA KE NEGERI MEREKA.  Kita yang memberi makan kepada mereka , (yaitu dengan) menempatkan uang di bank-bank yang sebenarnya milik asing tersebut. 

Itu baru satu contoh bidang perbankan, belum lagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Berapa banyak kita menggunakan jasa telekomunikasi, SMS dan Telepon yang kita bayar pulsanya. Begitu besar nilai pulsa di negeri ini jumlahnya mencaapai trilyunan rupiah, tetapi siapa (pemilik) provider-provider handphone itu? Lebih dari 70% saham provider-provider di negeri ini milik asing. Maka ketika kita sms, chatting, ketika kita ngobrol (melalui HP), kita bayar mereka dengan uang pulsa,dengan kantong (dana) kita ,keuntungannya mereka pun bawa ke negeri mereka. 
Itu pun baru (contoh) dari bidang telekomunikasi. Belum lagi dari bidang broadcasting / penyiaran semakin nampak pengaruh-pengaruh dalam penyiaran TV dan radio mereka bersinergi (saling melengkapi) dan mereka mengundang kita untuk menonton, dengan kita menonton maka rating (=data kepemirsaan) mereka naik. dengan demikian mereka menyedot biaya iklan dan keuntungan dari iklan tersebut mereka bawa ke negeri mereka. DAN KITA HANYA MENJADI BANGSA PENONTON. DAN KITA MAU DIJADIKAN HANYA SEBAGAI KONSUMEN SAJA.

Dalam bidang perkebunan ,saat ini perkebunan-perkebunan sawit di Indonesia terbesar adalah milik asing. Belum lagi tambang batubara, gas dan minyak. 
JADI SEBENARNYA KOLONIALISASI MASIH BERJALAN. Kemerdekaan yang terjadi baru kemerdekaan politik, belum menjadi kemerdekaan ekonomi dan budaya. [Begitu pun dalam penentuan undang-undang/peraturan negara tak jarang pihak-pihak asing mencari celah untuk mempengaruhi agar undang-undang/peraturan yang dibuat dapat menguntungkan mereka atau setidaknya tidak merugikan mereka, red.].  Setelah disahkan di DPR tak jarang orang terkejut kenapa pihak asing sangat mudah  (leluasa) untuk masuk ikut mengelola kekayaan negara (sumber daya alam ini). Karena memang sejak saat mendesain undang-undang tersebut  pengaruh asing  sudah masuk. 

Inilah menjadi kewaspadaan bagi kita, kita baru merdeka secara politik, tetapi belum merdeka secara ekonomi maupun budaya. Oleh sebab itu sekitar 85% lebih penduduk negeri ini muslim (beragama Islam), tetapi yang dilihat, ditonton, dibaca, dan yang ditiru umat Islam negeri ini dalam perilaku sehari-hari adalah bahan-bahan yang bukan dari ajaran Islam !  Negeri yang  mayoritas muslim tetapi seringkali berprilaku tidak dengan cara-cara Islam. Di masjid ini kita shalat sesuai dengan tuntunan agama (Islam), tetapi di luar sana kita berdagang, di luar sana remaja kita bergaul, di luar sana para politisi kita 'bermain' kekuasaan , banyak para pejabat mengelolah kekayaannya dengan apa semua tidak menggunakan ajaran (nilai-nilai) Islam. Sesungguhnya 'perang' (persaingan dengan segenap potensi bangsa) meraih kemerdekaan (yang hakiki) harus masih terus berlangsung, sebagaimana zaman dulu perang yang dimotori energi tauhid. Untuk itu untuk meraih kemerdekaan yang sesungguhnya (bukan hanya kemerdekaan politik tetapi budaya dan ekonomi,red.) tauhid tidak bisah dipisahkan. 
Prinsip: Laa Ilaha IllalLah ...Laa Ilaha IllalLah ... Laa Ilaha IllalLah ...  
harus terus kita gemakan (selain di diri kita) kita tanamkan kepada anak cucu kita.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ لْتَنْظُرْ نَفْسٌ ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ 


Wahai orang-orang yang ber­iman! Takwalah  Kalian kepada Allah dan hendaklah setiap orang mencermati, apa yang telah  terjadi  di masa lalu  untuk hari esok. Dan takwalah kepada Allah! Sesung­guhnya Allah itu Maha Menge­tahui atas apa yang telah kamu perbuat. 
Hendaknya setiap diri mercermati apa yang dia lakukan di masa lalu untuk(merencanakan  lebih baik) hari esoknya. 
Kita tidak terpaku pada masa lalu, kita melihat masa depan , menatap masa depan, kita bangun masa depan. Tetapi untuk membangun masa depan adalah pantas kita menengok masa lalu untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. 
Semoga kita menjadi orang yang pandai belajar dari masa lalu ...
Barakallohu  lii walakum (semoga Allah memberikan barokah Kepada saya dan anda semua) wanafa'ana  wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim (Semoga Allah Memberikan Kemanfaatan Ayat-ayat AlQur'an yang telah kita kaji bersama) 
fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim...

Sumber : Ditulis oleh +Pengelola Bersama  dari Video Youtube SEJARAH ISLAM DI INDONESIA OLEH KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA.  Untuk lebih lengkapnya  anda dapat menyaksikan videonya (dari youtube) di bawah ini :


Poskan Komentar

 
Top