TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA (Khutbah Jum'at KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA.)
 (Khutbah Jum'at KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA., 17/08/2012 di JIC)

Assalamu’alakum wr.wb.
Innal hamda lillah (sesungguhnya pujian itu milik Allah),Nahmaduhu (kita memuji-Nya), wa nasta’inuhu (dan kita minta pertolongan-Nya), wa nastaghfiruhu (dan kita memohon ampunan kepada-Nya), wa na’udzu bihi (dan kita mohon lindungan kepada-Nya), min syururi anfusina (dari keburukan diri kita), wa min sayyita a’malina (dan dari kejahatan amal-amal kita),man yahdillahu (siapa yang ditunjuki Allah), fala mudhillalahu (maka tidak ada yang bisa menyesatkannya), wa man yudhlillahu (dan siapa yang disesatkan Allah), fala hadiyalahu (maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk)
Assyhadu Anla Ilaha Illallah wahdahula syarikalahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu warasuluhu laa nabiyya ba’da. Allohumma sholli wasallim wabarik alaih. Allohmmaghfirlanaa wali-wali diina wali jami’ilmuslimiina wal muslimaat ..wal mu’mniina wal mu’mnaat...al ahyaa i minhum wal amwaat .. ibaadallah...usiikum  bi ahyaya bi taqwallah..faqod fazal muttakuun...
Faqoollahi taala fii qur’anil aziim...audzubillahiminassyaithoonirroojiim  

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”.(QS. Al An’am (6):153)

amma ba'du
Hadirin hamba-hamba Allah yang mulia, Umat Nabi Muhammad S.A.W. yang berbahagia..
Di dalam surah al Hasyr ayat 18 Allah mengingatkan kita bahwa ketaqwaan kepada Allah harus diwujudkan dengan peran kesejarahan.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ لْتَنْظُرْ نَفْسٌ ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ 

Wahai orang-orang yang ber­iman! Takwalah  Kalian kepada Allah dan hendaklah setiap orang mencermati, apa yang telah  terjadi  di masa lalu  untuk hari esok. Dan takwalah kepada Allah! Sesung­guhnya Allah itu Maha Menge­tahui atas apa yang telah kamu perbuat. 

Ketaqwaan kepada Allah diwujudkan dengan berkarya di muka bumi, dan karya-karya manusia di muka bumi secara kolektif itulah yang membentuk sejarah, sejarah peradaban.
Maka sangat layak kita meneliti sedikit sejarah umat di negeri ini. Cobalah tanyakan kepada diri kita, mana yang ada terlebih dahulu di negeri ini, wilayah ini: 
Islam Lebih dulu ataukah Indonesia yang lebih dulu hadir ?
Sebelum dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Islam sudah hadir lebih dulu di wilayah ini.  (Sebelumnya) sudah banyak terbentuk Kesultanan-Kesultanan Islam yang para Sultan/Rajanya didampingi oleh ulama-ulama dan tak jarang para Sultan itu sendiri adalah ulama. Beberapa pekan lalu saya mengunjungi Kesultanan Siak misalnya, justru memang pendiri kerajaan tersebut adalah seorang raja yang juga seorang ulama/waliyullah yang sangat mumpuni dalam memahami agama. Jadi kehadiran para Sultan/para Raja didampingi oleh para ulama atau bahkan para ulama yang menjadi sultan itu sendiri.  

Juga fakta sejarah di mana ada istana pusat-pusat kekuasaan bersebelahan/bersebrangan dengan alun-alunnya sudah ada masjid. Ini menandakan Islam sudah hadir dalam sejarah politik/kekuasaan di negeri ini. Demikian pula  ketika kolonialisasi (zaman penjajahan) terjadi bangsa-bangsa barat yang baru saja mengalami reneisans [1] mereka berhasil membangun mesin uap dan dengan itu mereka bisa membuat armada-armada kapal yang besar. Mereka baru saja menemukan mesin-mesin industri. Mereka membuat pabrik-pabrik yang dengan itu (efeknya) mereka semakin membutuhkan bahan baku (sumber daya alam). Mereka berhasil menemukan mesiu dengan itu mereka membuat senapan dan meriam. Lalu untuk mendapatkan bahan baku yang lebih banyak mereka mengirim kapal-kapal dagang keluar Eropa dan mereka mencari daerah-daerah baru untuk diambil sumber daya alamnya guna memenuhi kebutuhan industri mereka.
Proses mengambilnya (sumber daya alam tersebut) kadang dengan berdagang yang jujur, tetapi sering pula dengan tipu muslihat bahkan dengan perampasan (kekerasan) karena mereka menggunakan serdadu-serdadu bayaran untuk kemudian melakukan penjajahan.
Bangsa Barat datang ke negeri-negeri muslim yang ada di belahan utara Afrika sampai yang berada di Asia Barat, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sehingga akhirnya negeri muslim dari Maroko (dulu Maghribi) sampai Merauke (nusantara/Indonesia) dijajah oleh penjajah barat. 
Mereka Menjajah karena semangat kapitalisme yang tinggi, karena semangat (didorong) oleh keserakahan. Mereka memiliki mesin, mereka bisa membuat industri tetapi mereka tidak memiliki kekayaan sumber daya alam dan mereka membutuhkan sumber-sumber daya alam sebagai bahan-bahan produksi mereka. 
Tetapi penjajahan itu tidak pernah stabil, sebagaimana ditulis oleh para gubernur jenderal, utusan dari masing-masing kepala negara Eropa yang ditempatkan di berbagai wilayah-wilayah jajahan dan kelak ketika mereka mengirim kekuasaan ke pusat mereka selalu mengatakan: sesungguhnya wilayah jajahan ini tidak pernah stabil selalu saja mucul pemberontakan-pemberontakan yang dimotori oleh para ulama-ulama Islam. Penjajahan meskipun mereka kuat secara militer, teknologi, administrasi dan intelektual akan tetapi penjajahan mereka di semua negeri-negeri muslim sepanjang lebih kurang 400 tahun tidak pernah stabil. Kerapkali muncul perlawanan dan perlawanan-perlawanan (terhadap penjajah tersebut) selalu dipimpin (dimotori) oleh ulama-ulama khususnya ulama sufi. 
Mengapa para ulama yang mereka tokoh-tokoh agama tetapi selalu memimpin perlawanan/pemberontakan (terhadap penjajah)? Karena memang Islam berbeda dengan agama yang dipahami oleh konsep barat. Di negeri barat, agama semata-mata hubungan manusia dengan Tuhan, sembahyang itulah agama, berdoa itulah agama. Namun di dalam Islam, betul sembahyang,berdoa,berpuasa adalah agama akan tetapi membangun keadilan perlu juga beragama.  Menikah, membuat sebuah unit keluarga yang dari situ muncul keturunan yang berkembang biak menjadi sebuah perkampungan dan perkampungan menjadi bangsa lalu bangsa itu ditata sistem ekonomi, politik dan hukumnya semua itupun bagian dari agama. Bagi bangsa/orang barat sulit memahami bahwa(kata mereka)  Islam selalu mencampuri urusan ekonomi, politik, pertahanan, dan juga bahkan urusan hukum. Karena mereka hanya memahami agama sebagai ritual ibadah hanya berupa sembahyang dan berdoa, dan ritual kepada Tuhan saja.  Bagi Islam tidaklah demikian memang benar agama adalah ritual dalam beribadah namun membangun masyarakat yang adil dan makmur itupun ibadah.


Bersambung ke bagian kedua

Keterangan : 
[1Zaman Renaisans adalah zaman kelahiran-kembali (Renaissance, bahasa Perancis ) kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 M.
Sesudah mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh ajaran kristiani. Namun, orang-orang kini mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai alternatif bagi kebudayaan Yunani-Romawi sebagai satu-satunya kebudayaan lain yang mereka kenal dengan baik. Kebudayaan klasik ini juga dipuja dan dijadikan model serta dasar bagi seluruh peradaban manusia. (Wikipedia)

Sumber: ditulis oleh  +Pengelola Bersama dari video youtube SEJARAH ISLAM DI INDONESIA (Khutbah Jum'at KH.Wahfiudin Sakam,SE.,MBA. 17 Agustus 2012 di JIC)

Poskan Komentar

 
Top