TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

(Sambungan dari bagian I)
Al-Buthi sebagai ahli fiqih bersama Muftih Suriah Syeikh Ahmad Hassun memang menolak pemberontakan karena hanya akan menderitakan rakyat. Sikap ini memang membuat sejumlah ulama pro pemberontakan tidak suka dan berusaha menyingkirkan pengaruhnya dari umat. Namun, Al-Buthi adalah ulama yang istiqomah. Karena itu wafatya ditangisi siapapun, termasuk Presiden Bashar Al_Assad yang sangat mengagumi sosok Al-Buthi.
Memorial: Presiden Al-Assad Bersama Syeikh Al-Buthi dan Ulama Suriah
(Memorial: Presiden Al-Assad Bersama Syeikh Al-Buthi dan Ulama Suriah) 
Al-Buthi dikenal sebagai seorang ulama sufi yang tidak pernah membedakan aliran dan mazhab, bahkan yang beda agama pun menjadi sahabatnya. Laki-laki kelahiran Turki tahun 1929 ini memperoleh gelar doktor dengan summa cum laude di Universitas Al-Azhar tahun 1965 pada saat itu ia berusia 37 Tahun. Disertasi yang berjudul "Diawabit al-Mashlahah fi asy-Syari'at al-Islamiyyah," mendapat rekomendasi Al-Azhar sebagai karya tulis yang layak diterbitkan.
Karya lainnya antara lain 
Man al-Mas-ul 'an Takhallufil Muslimin (Siapa yang bertanggungjawab atas Perpecahan Kaum Muslimin), Muhadharat fil Fiqhil Muqharin ma'a Muqaddimat fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha' Wa Ahammiyyati  Dirasatil Fiqhl Muqarin (Problamatika Fiqih Muqarin dengan Sebab terjadinya perbedaan Fuqaha, dan Pentingnya Mempelajari Fiqih Perbandingan),
Al-Islam Maladz Kulli Mujtama'at Insaniyyah; Limadza wa Kaifa (Islam Tempat  berlindung Seluruh kehidupan Sosial Masyarakat; Kenapa dan Bagaimana?)
Al Jihad Fiil islam; Kaifa Nafhahumu wa Kaifa Nafhamuhu wa Kaifa Numarisuhu (Jihad Dalam Islam; Bagaimana Memahami dan melaksanakannya?)
Salafiyyah;Marhalah Zamaniyyah Mubarokah La Madzhab Islami (Salafi: Marhalah Zaman yang Diberkahi, Bukan Mazhab Islami)
Al 'Uqhubat Islamiyyah; wa 'Aqduhu al-Tanaqhuhu Baina Ma Yusamma Bithabi'ih (Hukuman dalam Islam dan filsafat pemikirannya)
Hurriyatul Insan fi dzilli 'ubudiyyahatihi lillah (Kebebasan Manusia dalam Beribadah)
Difa' 'An Islam wa Tarikh (Pembelaan Terhadap Islam dan Sejarah)
Al Islam Wa 'Asru;Tahaddiyat Wa 'Afaq (Islam dan Modernisme: Sebuah Tantangan dan Harapan), dan karya lainnya yang menyemarakkan dunia pemikiran kita.

Anak seorang ulama suku Kurdi yang melarikan diri karena represif Kemal Attaturk ini mengungsi dengan keluarganya ke Damaskus pada awal 1930-an. Setelah berhasil meraih gelar doktor di Universitas Al-Azhar ia bergabung sebagai staf Fakultas Syariah Universitas Damaskus, yang kemudian ia menjadi dekannya 1977-1983. Sementara itu, ia juga menjadi terkenal karena esai polemik keagamaan yang sangat populer di kalangan anak muda dari tahun 1970-an.

Ditulis ulang oleh Suriyanto AlMaliki
sumber: Majalah Risalah NU Edisi Mei 2013,
No.40/Thn VI/1434 H/2013

Poskan Komentar

 
Top