TQN PP.Suryalaya

TQN PP.Suryalaya
Website ini untuk Syiar Islam & ragam info bukan untuk profit bisnis
 

YOGYAKARTA -- Mendikbud M Nuh mengharapkan tidak ada diskriminasi pendidikan di Indonesia. Dia tidak ingin ada diskriminasi antara pendidikan dibawah Kemendikbud dan dibawah Kemenag.

"Saya hadir ke sini bersama Menteri Agama, ini simbol NU tidak akan memisahkan pendidikan dibawah Kenmebndikbud dan Kemenag. Kita ini anak bangsa, tidak boleh ada diskriminasi di dunia pendidikan," ujarnya saat memberikan sambutan pada Apel Akbar Hari Ulang Tahun ke 90 Nahdatul Ulama (NU) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (15/5/2013).

Dikatakan Nuh, tantangan masa depan Indonesia akan semakin kompleks. Karenanya kata dia NU Maarif harus bisa menghadapi tantangan besar itu.

Terkait permasalahan yang semakin kompleks ini kata dia, pihaknya akan menambah jam pelajaran pendidikan agama di sekolah menjadi 4 jam. Semua pelajaran kata dia, akan dikaitkan dengan pendidikan budi pekerti.

mendikbud ke suryalaya
(Foto Kenangan Ketika Mendikbud  Prof.Dr.Ir.Muhammad Nuh bersilaturahmi
kepada Pangersa Abah ANom ra.di Pondok Pesantren Suryalaya tahun 2010 silam,
sumber foto: www.suryalaya.org)
"Banyak yang bertanya apakah tidak menumbuhkan terorisme jika pelajaran agama ditambah. Saya jawab justru karena dua jam itu siswa belum memahami Islam secara utuh, maka disitulah muncul pemahaman yang sifatnya parsial. Sehingga pemahaman agama bisa utuh dilengkapi budi pekerti," ujarnya.

Dikatakannya, pendidikan itu vaksin sosial seperti halnya tubuh manusia harus kuat maka diberi vaksin. Sementara kata dia, inveksi sosial yang mematikan itu ada tiga yaitu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan peradapan. "Itu penyakit sosial mematikan, vaksin sosialnya adalah pendidikan. Karenanya seluruh anak bangsa harus dapat vaksin tersebut," tandasnya.

Sementara itu kata M Nuh untuk pemerataan pendidikan pihaknya bertekad perguruan tinggi negeri wajib hukumnya mengalokasikan 20 persen bagi keluarga tidak mampu serta dari daerah tertinggal. "Itu artinya untuk buka akses seluas-luasnya bagi masyarakat tidak mampu untuk menikmati pendidikan," jelasnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga mengalokasikan untuk 94 ribu lebih mahasiswa untuk memperoleh beasiswa Bidikmisi, dimana 52 ribu diantaranya masuk ke PTN.

(dokumen pemuda tqn suryalaya news, sumber: republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/05/15/mmtmnn-mendikbud-tak-ada-diskriminasi-antara-pesantren-dan-pendidikan-umum)

Poskan Komentar

 
Top